FMTI

FMTI
Have your training needs, please click here

Jumat, September 14, 2012

BASIC OIL GAS PRODUCTION SYSTEM

PRODUKSI MINYAK BUMI 

http://zulfikariseorengineer.blogspot.com/2011/04/produksi-minyak-bumi.html

 

Reservoir terdiri dari campuran minyak, gas, dan air. Campuran itu akan membentuk tiga lapisan di mana gas pada posisi atas, minyak di tengah, dan air di bawah (sesuai densitas). Minyak mentah yang dapat diproduksi adalah minyak mentah yang sudah mengalir ke dalam sumur produksi. Minyak mentah tesebut dapat mengalir ke dalam sumur produksi karena pengaruh tekanan yang berasal dari reservoir. Drive mechanism yang mampu mendorong minyak di dalam reservoir:

1. Dissolved gas drive
Minyak bumi yang terbentuk memiliki kandungan gas yang cukup banyak. Oleh karena overburden pressure pada batuan, gas yang terbentuk akan termampatkan sehingga mencair. Pada saat sumur produksi dibuka, cairan akan kembali menjadi gas dan tenaga inilah yang mendorong minyak masuk ke dalam sumur produksi.

2. Gas cap drive
Gas yang bebas mendorong cairan menuju daerah bertekanan lebih rendah. Hal ini efektif jika cairan yang masuk ke sumur hanya melalui satu jalur yang dekat dengan bagian bawah reservoir.

3. Water drive
Air di dalam tanah apabila berhubungan dengan permukaan akan mendorong minyak mentah yang berada di atasnya untuk bersama-sama masuk ke dalam sumur produksi.
Seperti yang telah dibahas pada Bab I, mekanisme perolehan minyak bumi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu primary recovery, secondary recovery, dan tertiary recovery


Gambar: Proses Enhenced Oil Recovery (EOR)

A. Primary Recovery
Pada tahap ini, minyak mentah akan masuk ke dalam sumur produksi dengan mengandalkan tekanan reservoir saja. Primary recovery dibedakan menjadi:
1. Natural flow production
Tekanan reservoir masih mampu mendorong fluida (campuran minyak mentah dan zat pengotor lain) untuk masuk ke sumur produksi dan terus ke permukaan.
2. Artificial lift production
Tekanan reservoir hanya mampu mendorong minyak mentah sampai ke sumur produksi. Transportasi minyak ke permukaan membutuhkan alat bantu (artificial lift), seperti beam pumping unit, electrical submersible pump (ESP), gas lift, dan hydraulic lift.

B. Secondary Recovery
Apabila tekanan reservoir sudah tidak mampu mendorong minyak ke sumur produksi dan/atau ke permukaan sehingga perlu diberikan tekanan tambahan. Tekanan tambahan yang diberikan bergantung pada kedalaman sumur. Metode yang biasa digunakan antara lain:
1. Water injection (water flooding)
Air bertekanan diinjeksikan ke dalam sumur produksi sehingga minyak mentah yang kental pecah (menjadi encer) dan terdorong ke dalam sumur. Metode ini digunakan pada sumur dengan kedalaman 2000-3000 ft untuk minyak ringan.
2. Pressure Maintenance
Prinsip metode ini sama dengan water injection, hanya saja yang diinjeksikan adalah gas atau air untuk menjaga tekanan sumur agar minyak tersapu naik ke permukaan. Aplikasinya pada ladang minyak ringan dan medium.

C. Tertiary Recovery
Konsep tertiary recovery bertujuan untuk memobilisasi sisa minyak di reservoir. Konsep ini dilakukan dengan menurunkan viskositas minyak atau mengurangi gaya kapiler (tegangan permukaan) agar minyak semakin mudah mengalir dan tersapu ke permukaan. Diperkirakan sekitar 60-70% original oil in place (OOIP) dapat diangkat ke permukaan dengan metode ini. Teknik ini terbagi ke dalam empat kategori, yaitu:
1. Thermal (hot water, steamflood, in-situ combustion)


2. Miscible gas (CO2, miscible solvent)
3. Chemical (surfactant, polymer, caustic)
4. Others (microbial, electrical, mechanical)

By : Zulfikar

1 komentar:

Info Training TMC Bandung mengatakan...

nice
www.titianmc.co.id
infoahlik3.wordpress.com